TINGKATKAN KUALITAS JURNAL, UPT P3H UNU PASURUAN HADIRI PENDAMPINGAN DI UIN SUNAN AMPEL SURABAYA

PASURUAN, 13 November 2025 – Sebagai wujud komitmen berkelanjutan untuk mengakselerasi mutu publikasi ilmiah dan memperkuat budaya riset, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Publikasi dan Pangkalan Data (P3H) Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan mengambil inisiatif strategis. UPT P3H turut serta dalam kegiatan “Pendampingan Peningkatan Kualitas Jurnal Nasional Terakreditasi”, sebagai langkah strategis penandaarasan (benchmarking) guna mengadopsi praktik unggul dari institusi bereputasi.

Partisipasi UPT P3H di UINSA ini terlaksana atas dorongan dan respon cepat dari Rektor UNU Pasuruan, Dr. Abu Amar Bustomi, M.Si. Beliau dikenal sangat antusias dan proaktif dalam mendorong kemajuan publikasi sebagai langkah gencar untuk mengakselerasi mutu jurnal di lingkungan UNU Pasuruan.

Kegiatan strategis dan kaya akan wawasan ini diselenggarakan oleh tim Jurnal Penelitian Psikologi (JPP) dari Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Acara ini tidak hanya berfungsi sebagai forum formal, tetapi juga sebagai ajang silaturahmi dan forum “berbagi praktik terbaik” (best practices) antar pengelola jurnal. Forum ini difungsikan sebagai platform esensial untuk mendiskusikan tantangan bersama, berbagi solusi efektif, dan membina jaringan kerja sama. Acara berjalan dengan sangat lancar dan produktif di Kampus UINSA Gunung Anyar pada hari Rabu, 12 November 2025.

Kehadiran delegasi UNU Pasuruan, yang dipimpin langsung oleh Kepala UPT P3H, bukan sekadar memenuhi undangan resmi. Ini merupakan sebuah upaya taktis untuk menyerap dan menyesuaikan pengetahuan dari UINSA, yang telah memiliki pengalaman mumpuni dalam pengelolaan jurnal bereputasi. Dalam lanskap akademik saat ini, akreditasi jurnal nasional (SINTA) merupakan indikator vital yang selaras dengan amanat Undang-Undang No. 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan standar turunannya dalam Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti), yang diatur lebih lanjut melalui Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Capaian akreditasi berdampak langsung tidak hanya pada reputasi institusi, tetapi juga menjadi elemen esensial dalam jenjang karier akademik dosen, prasyarat kelulusan, hingga penentu dalam perolehan hibah penelitian dan rekognisi di tingkat nasional. Oleh karena itu, pengelolaannya memerlukan strategi yang adaptif, terinformasi, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan pendampingan ini disusun secara menyeluruh untuk mencakup berbagai aspek mendasar pengelolaan jurnal. Sesuai agenda, acara dibuka dengan sesi penting “FGD Jejaring Kerjasama Jurnal Penelitian Psikologi dan Jurnal PTKIS”, yang dipandu oleh Dr. Lufiana Harnany Utami, S.Pd., M.Si. Sesi ini bertujuan membentuk kemitraan strategis antar pengelola jurnal untuk saling memperkuat, misalnya melalui program pertukaran reviewer atau editor.

Selanjutnya, tim editor JPP UINSA membagikan praktik terbaik internal mereka melalui materi “Proses Penapisan Naskah”. Sesi ini menguraikan alur penapisan awal (initial screening) yang rigorus, sebuah prosedur operasional standar (SOP) yang selaras dengan instrumen Akreditasi Jurnal Nasional (ARJUNA) yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) Kemdikbudristek. Dipaparkan alur detail, mulai dari pengecekan plagiasi (menggunakan Turnitin dengan batas toleransi ketat di bawah 25% demi memastikan keaslian), kesesuaian template (sebagai standar profesionalisme dan persyaratan pengindeksan), hingga evaluasi fokus dan ruang lingkup (scope). Evaluasi ruang lingkup ini menjadi vital, karena artikel yang out of scope akan langsung ditolak (desk reject) untuk menjaga identitas dan relung keilmuan jurnal. Proses ini ditutup dengan pengecekan kualitas tata bahasa dan sistematika artikel untuk memastikan keterbacaan serta kaidah ilmiah.

Sesi puncak dari pendampingan ini adalah sesi utama yang menghadirkan narasumber kompeten, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd. Beliau memaparkan materi esensial bertajuk “Seputar Pengelolaan Jurnal Ilmiah dan Strategi Indeksasi”. Paparan ini membahas secara mendalam tantangan mendasar yang sering dialami para pengelola jurnal. Berdasarkan data Jurnal PTNU yang disajikan, teridentifikasi beberapa isu penting: pertama, pemahaman etika publikasi yang masih rendah. Hal ini memiliki risiko tinggi, mengingat pemahaman akan pedoman COPE (Committee on Publication Ethics), sebuah standar etika global yang diadopsi sebagai rujukan oleh Ditjen Diktiristek dalam Pedoman Operasional Penilaian (POP) ARJUNA, adalah landasan dalam menangani miskonduksi ilmiah seperti plagiarisme, fabrikasi data, atau sengketa kepenulisan.

Isu kedua adalah minimnya keterlibatan internasional. Data menunjukkan 84,5% jurnal belum memiliki editor internasional dan 85,3% jurnal belum memiliki reviewer internasional. Angka ini menjadi rintangan berarti, mengingat keterlibatan dewan editor dan mitra bestari internasional merupakan salah satu poin penilaian substantif dalam instrumen akreditasi ARJUNA yang dikeluarkan oleh Kemdikbudristek. Dr. Fifi menekankan bahwa tanpa jejaring internasional, jurnal akan kesulitan mendapatkan perspektif global dan memenuhi standar yang ditetapkan lembaga pengindeks terkemuka.

Sebagai respons atas tantangan tersebut, Dr. Fifi memberikan solusi yang dapat diterapkan yang terbagi menjadi dua aspek: administratif dan substantif. Secara administratif, beliau menekankan pentingnya tata kelola Open Journal Systems (OJS) yang tertib, sebagaimana yang disyaratkan dalam Pedoman Operasional Penilaian (POP) ARJUNA yang berlaku, yang mencakup kelengkapan metadata, kecepatan proses editorial, dan komunikasi yang terbuka dengan penulis. Secara substantif, beliau mendorong adanya peningkatan mutu konten artikel melalui proses review yang lebih ketat dan konstruktif. Solusi praktis yang ditawarkan untuk mengatasi kelangkaan reviewer internasional adalah melalui kerja sama “take and give” antar pengelola jurnal—sebuah hubungan saling menguntungkan di mana para pengelola saling bertukar kesediaan untuk menjadi reviewer di jurnal kolega.

Tidak hanya berhenti pada aspek teknis, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah juga menyentuh sisi humanis yang kerap terlewatkan dalam dunia publikasi yang penuh tuntutan. Sebagai pengingat pentingnya kesehatan mental bagi para pengelola jurnal, editor, dan penulis, beliau memberikan akses ke karya digitalnya berjudul “Sayapku Hilang Satu”. “Sembuhlah wahai jiwa-jiwa yang lara, karena sesungguhnya hidup kita sangatlah berharga,” pesan Dr. Fifi. Kutipan ini disambut hangat oleh peserta, menjadi pengingat bahwa di balik tekanan batas waktu dan target akreditasi, ada aspek kemanusiaan yang perlu senantiasa dipelihara.

Kepala UPT P3H UNU Pasuruan, Rani Darmayanti, M.Pd., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan pernyataan komprehensif mengenai arti penting kunjungan ini. Ia menyatakan bahwa partisipasi ini sangat vital dan relevan dengan tantangan khusus yang sedang dihadapi UNU Pasuruan dalam upaya akselerasi jurnalnya.

“Kehadiran kami di UINSA hari ini adalah langkah penting yang sangat sejalan dengan visi UPT P3K. Kami diposisikan sebagai pusat layanan terintegrasi dan ‘kawah candradimuka’ untuk publikasi ilmiah, pengecekan plagiarisme, dan pengelolaan HAKI di lingkungan UNU Pasuruan. Visi kami bukan hanya mengelola secara pasif, tetapi mengembangkan budaya mutu secara aktif. Ini berarti mengubah pola pikir, bukan sekadar menjalankan tugas administratif,” ujar Rani Darmayanti.

“Ilmu dan wawasan yang kami peroleh hari ini sangat khusus, dapat diterapkan, dan sesuai dengan isu-isu spesifik yang sedang kami hadapi,” lanjutnya. “Strategi indeksasi, teknik perbaikan kualitas administrasi OJS, dan terutama metode penajaman ruang lingkup jurnal adalah solusi yang akan segera kami terapkan sebagai rencana aksi yang nyata dan terukur.”

Secara lebih detail, Ibu Rani menguraikan rencana aksi tersebut. “Secara konkret, harapannya wawasan baru ini dapat membantu kami mempercepat penyelesaian hambatan dua jurnal kami yang sudah terindeks SINTA. Saat ini keduanya terkendala di portal afiliasi karena isu teknis-administratif. Selain itu, fokus mendasar lainnya adalah merancang pendampingan intensif bagi enam jurnal lain yang sebelumnya gagal akreditasi. Kegagalan tersebut disebabkan oleh insiden keamanan siber serius, yakni peretasan ‘judi online’ (judol), yang membuat situs tidak dapat diakses saat proses asesmen. Ini adalah isu teknis dan keamanan siber yang sangat mendesak, yang juga berpotensi terkait dengan pelanggaran Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana telah diubah dengan UU No. 19 Tahun 2016, dan kami akan membedahnya satu per satu. Tujuannya jelas: meningkatkan kualitas, reputasi, dan keterlihatan publikasi ilmiah seluruh sivitas akademika UNU Pasuruan.”

Lebih jauh, Ibu Rani juga memberikan catatan fundamental bagi para dosen yang merangkap sebagai pengelola atau editor jurnal. Beliau menekankan pentingnya peningkatan kapasitas diri di samping tugas pengabdian. “Bagi dosen yang menjadi editor, ‘mengabdi boleh, update diri perlu juga dipikirkan dan dirancang’,” tegasnya. Beliau menyoroti sebuah praktik yang umum terjadi namun tidak sejalan dengan prinsip tata kelola profesional serta Pedoman Tata Kelola Jurnal Ilmiah yang baik (Good Journal Management Practices), seperti yang telah disusun oleh BRIN (sebelumnya LIPI) sebagai panduan nasional.

“Harapannya, untuk profesionalisme dan keamanan data, biasakan mengelola jurnal menggunakan akun institusional yang terdedikasi,” lanjutnya. “Masuklah melalui profil browser yang spesifik untuk jurnal, bukan profil pribadi. Ini adalah bagian dari tata kelola dasar untuk memastikan demarkasi yang jelas antara ranah personal dan profesional, yang sangat penting untuk akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan alih kelola jurnal di masa depan. Hal ini juga relevan dengan prinsip keamanan data dan privasi yang diatur dalam Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP).”

Kegiatan berlangsung dengan suasana yang cair dan dinamis. Suasana hangat, interaktif, dan penuh nuansa kerja sama sangat terasa, terutama saat sesi diskusi (FGD). Para peserta, termasuk delegasi UNU Pasuruan, memberikan penghargaan tinggi atas kesempatan berharga ini. Mereka secara terbuka mengungkapkan bahwa wawasan yang diperoleh sangat bernilai—banyak yang menggambarkannya sebagai “pengetahuan yang sangat substantif, padat, dan langsung ke intinya”. Banyak peserta menilai sesi ini melampaui ekspektasi sebuah Focus Group Discussion (FGD) standar, dan lebih menyerupai sebuah “klinik jurnal” yang memberikan diagnosis dan solusi yang akurat.

Para peserta juga tidak ragu menyampaikan terima kasih secara khusus kepada narasumber utama, Dr. Fifi, dan juga kepada Kepala UPT P3H UNU Pasuruan, Rani Darmayanti, atas kesediaan keduanya untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman secara terbuka dan apa adanya. Mewakili peserta, Rani Darmayanti juga menyampaikan harapan besar agar silaturahmi dan kolaborasi antar pengelola jurnal ini tidak berhenti di ruangan tersebut, melainkan tetap terjalin aktif dalam sebuah grup komunikasi untuk saling memberikan manfaat di masa depan.

Apresiasi timbal balik pun terjadi. Pihak panitia dari JPP UINSA turut menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kehadiran dan partisipasi aktif seluruh peserta. Secara khusus, panitia berterima kasih kepada Rani Darmayanti atas apresiasi khusus atas kontribusinya yang interaktif dan dinamis dalam diskusi. Partisipasi aktif ini diapresiasi karena menunjukkan bahwa UNU Pasuruan hadir tidak hanya sebagai peserta pasif, tetapi sebagai mitra diskusi yang sejajar dan kontributif. Sebagai penutup, pihak UINSA bahkan menyatakan harapan besar untuk dapat mengundang Ibu Rani secara resmi sebagai narasumber di lain waktu, disertai permohonan maaf yang mendalam jika ada kekurangan selama acara berlangsung.