ASA dan Scopus In: Dua Terobosan Sistem ARJUNU untuk Akselerasi Jurnal Menuju SINTA dan Scopus

ARJUNU • BERITA PENGEMBANGAN SISTEM DIGITAL JOURNAL DEVELOPMENT • 2026

ASA dan Scopus In: Dua Sistem ARJUNU untuk Akselerasi Jurnal Menuju SINTA dan Scopus

ARJUNU memperkuat transformasi digital publikasi ilmiah melalui dua sistem berbasis kecerdasan buatan, yaitu ASA dan Scopus In, untuk mendukung kesiapan jurnal menuju akreditasi nasional dan indeksasi internasional.

24 Oktober 2026 Mojokerto, Jawa Timur ARJUNU
Baca Berita ↓
Foto bersama kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA 2026
Dokumentasi kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA 2026 di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto, 24–25 Oktober 2026.
30 Indikator penilaian ARJUNA 2026 pada sistem ASA
16 Pertanyaan evaluasi awal pada sistem Scopus In
7 Tahapan pada fasilitas Suggest a Title
1.432 Pengguna ASA berdasarkan dokumentasi tampilan 24 Oktober 2026
01 / BERITA UTAMA

Pengembangan Dua Sistem untuk Akselerasi Jurnal Menuju SINTA dan Scopus

MOJOKERTO, 24 Oktober 2026 – Asosiasi Relawan dan Pengelola Jurnal Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (ARJUNU) memperkuat kontribusinya dalam transformasi digital publikasi ilmiah melalui dua inovasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), yakni ASA (Arjuna Simulasi Akreditasi) dan Scopus In. Kedua platform tersebut dikembangkan untuk membantu pengelola jurnal melakukan evaluasi kesiapan akreditasi nasional sekaligus mempersiapkan jurnal menuju indeksasi internasional bereputasi Scopus.

Inovasi ASA mendapat perhatian dan apresiasi dari Kasubdit LITABDIMAS Kementerian Agama Republik Indonesia, Dr. Khafid, dalam rangkaian kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA yang diselenggarakan pada 24–25 Oktober 2026 di Arayanna Hotel & Resort, Trawas, Mojokerto. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Khafid menilai ASA sebagai sistem yang sangat baik karena selaras dengan instrumen penilaian akreditasi jurnal nasional melalui ARJUNA, berpotensi mendukung penilaian yang lebih objektif melalui pemanfaatan AI, serta mudah digunakan oleh pengelola jurnal.

Selain mengapresiasi inovasi ASA, Dr. Khafid turut memberikan motivasi kepada para editor agar tetap bersemangat dan tidak mudah menyerah dalam meningkatkan kualitas jurnal ilmiah. Ia menekankan pentingnya konsistensi dan komitmen pengelola jurnal dalam menghadapi tantangan akreditasi, peningkatan kualitas editorial, dan internasionalisasi publikasi ilmiah.

DUA SISTEM PENDUKUNG

Fokus Berbeda, Tujuan Saling Melengkapi

Sistem ASA diarahkan untuk simulasi kesiapan akreditasi nasional jurnal, sedangkan sistem Scopus In diarahkan untuk evaluasi awal dan persiapan pengajuan jurnal menuju indeksasi Scopus.

02 / SISTEM ASA

ASA, Simulasi Akreditasi ARJUNA 2026 Berbasis AI

ASA merupakan sistem milik ARJUNU yang dikembangkan oleh Tim IT ARJUNU dengan Dr. Rani Darmayanti, M.Pd. sebagai pengembang. Platform yang dapat diakses melalui https://simulasi.arjunu.org ini menyediakan fasilitas simulasi akreditasi jurnal berdasarkan 30 indikator penilaian ARJUNA 2026.

Tampilan sistem ASA ARJUNU
Tampilan sistem ASA (Arjuna Simulasi Akreditasi) yang dikembangkan oleh ARJUNU untuk mendukung pemeriksaan teknis dan simulasi kesiapan akreditasi jurnal.

Salah satu fitur yang ditawarkan ASA adalah pemeriksaan jurnal secara instan melalui alamat URL. Fasilitas tersebut memungkinkan pengelola jurnal melakukan pemeriksaan teknis awal terhadap aksesibilitas laman, metadata penerbitan melalui Open Archives Initiative (OAI), serta ketersediaan laman kebijakan jurnal. Selain itu, pengguna dapat mengakses simulasi evaluasi yang lebih lengkap untuk memperoleh gambaran mengenai kesiapan jurnal menghadapi akreditasi nasional.

Pemanfaatan teknologi AI dalam ASA diarahkan untuk membantu proses evaluasi yang lebih sistematis, konsisten, dan mudah digunakan. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat mendukung pengelola jurnal dalam mengidentifikasi kelemahan, menentukan prioritas perbaikan, serta mempersiapkan pengajuan akreditasi secara lebih terarah.

01

Pemeriksaan Jurnal Instan

Pemeriksaan teknis awal melalui alamat URL jurnal, meliputi aksesibilitas laman, metadata penerbitan melalui OAI, dan ketersediaan laman kebijakan jurnal.

02

Simulasi 30 Indikator

Simulasi penilaian berdasarkan 30 indikator ARJUNA 2026 untuk membantu pengelola memahami kesiapan jurnal.

03

Identifikasi Prioritas Perbaikan

Membantu pengelola jurnal mengenali kelemahan, menentukan prioritas pembenahan, dan menyusun langkah persiapan akreditasi secara lebih terarah.

Berdasarkan dokumentasi tampilan sistem pada 24 Oktober 2026, ASA telah mencatat 1.432 pengguna, 28 usulan baru, 59 reakreditasi, dan 367 pemindaian publik. Angka tersebut menunjukkan aktivitas penggunaan platform dan menjadi salah satu indikator awal ketertarikan komunitas pengelola jurnal terhadap fasilitas simulasi akreditasi digital.

Catatan Penggunaan ASA

Data penggunaan ini menunjukkan antusiasme awal pengelola jurnal terhadap sistem ASA sebagai instrumen pendukung evaluasi dan persiapan akreditasi jurnal nasional.

Ketertarikan Kasubdit LITABDIMAS Kemenag terhadap ASA menjadi dorongan bagi ARJUNU untuk terus menyempurnakan sistem, khususnya dalam aspek ketepatan simulasi, kemudahan penggunaan, dan penyesuaian terhadap perkembangan instrumen akreditasi nasional.

AKSES SISTEM

ASA — Arjuna Simulasi Akreditasi

Sistem pendukung simulasi akreditasi jurnal berdasarkan indikator penilaian ARJUNA 2026.

Buka Sistem ASA ↗
03 / SISTEM SCOPUS IN

Scopus In, Platform AI untuk Evaluasi Kesiapan Indeksasi Internasional

Selain ASA, ARJUNU juga telah mengembangkan Scopus In, sebuah platform berbasis AI yang diarahkan untuk membantu pengelola jurnal mempersiapkan proses menuju indeksasi Scopus. Sistem yang dapat diakses melalui https://scopusin.web.id ini melengkapi inovasi ASA dengan menyediakan fasilitas evaluasi awal kesiapan jurnal berdasarkan kebutuhan pengajuan indeksasi internasional.

Tampilan sistem Scopus In
Tampilan sistem Scopus In sebagai fasilitas pendampingan digital untuk evaluasi awal kesiapan jurnal menuju indeksasi internasional.

Salah satu fasilitas Scopus In adalah Pre-evaluation of Scopus Submission, yaitu evaluasi awal melalui 16 pertanyaan mengenai kesiapan jurnal. Melalui fasilitas ini, pengguna dapat memperoleh laporan kesiapan beserta komentar evaluasi yang dikirimkan melalui alamat email. Pendekatan tersebut diharapkan membantu pengelola jurnal mengenali aspek yang memerlukan perbaikan sebelum melanjutkan proses pengajuan.

Scopus In juga menyediakan fasilitas Suggest a Title melalui tujuh tahapan yang mencakup pemeriksaan kelayakan, informasi kontak, identitas jurnal, contoh konten publikasi, detail penerbitan, informasi editorial, dan peninjauan akhir. Alur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami kebutuhan administrasi dan informasi yang diperlukan dalam proses persiapan pengajuan jurnal.

  1. 01 Pemeriksaan kelayakan
  2. 02 Informasi kontak
  3. 03 Identitas jurnal
  4. 04 Contoh konten publikasi
  5. 05 Detail penerbitan
  6. 06 Informasi editorial
  7. 07 Peninjauan akhir

Selain fasilitas evaluasi, Scopus In dilengkapi dashboard pengelolaan pengguna dan jurnal, analitik, serta pengaturan administratif. Pengembangan sistem ini memperlihatkan upaya ARJUNU dalam menghadirkan ekosistem pendampingan digital yang tidak hanya berfokus pada akreditasi nasional, tetapi juga mendukung persiapan jurnal menghadapi standar internasional.

Kehadiran ASA dan Scopus In menawarkan dua pendekatan yang saling melengkapi. ASA diarahkan untuk mendukung simulasi penilaian akreditasi nasional menuju peningkatan peringkat SINTA, sedangkan Scopus In difokuskan pada evaluasi kesiapan dan persiapan pengajuan jurnal menuju indeksasi Scopus.

AKSES SISTEM

Scopus In

Sistem pendukung evaluasi awal kesiapan jurnal dan persiapan pengajuan menuju indeksasi internasional.

Buka Sistem Scopus In ↗
04 / ARAH PENGEMBANGAN

Ketua ARJUNU: Inovasi AI Harus Mempermudah Pengelola Jurnal

Ketua ARJUNU, Dr. Fifi Khoirul Fitriyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa pengembangan ASA dan Scopus In merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam menghadirkan solusi teknologi yang memberikan manfaat langsung bagi pengelola jurnal ilmiah.

Menurutnya, tantangan peningkatan mutu jurnal tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan standar akreditasi, tetapi juga dengan kemampuan pengelola melakukan evaluasi secara berkelanjutan. Kebutuhan tersebut mendorong ARJUNU mengembangkan sistem berbasis AI yang dapat membantu pengelola jurnal memahami standar penilaian dan melakukan persiapan secara lebih mandiri.

Melalui kedua inovasi tersebut, ARJUNU berupaya memperluas akses terhadap fasilitas simulasi dan evaluasi digital, terutama bagi pengelola jurnal yang masih menghadapi keterbatasan pendampingan teknis. Pemanfaatan kecerdasan buatan diharapkan dapat menjadikan proses peningkatan mutu lebih efisien tanpa mengabaikan integritas akademik dan penilaian profesional.

Kedudukan Kedua Sistem

Fifi juga menekankan bahwa kedua sistem dikembangkan sebagai instrumen pendukung. ASA tidak menggantikan mekanisme akreditasi resmi melalui ARJUNA, sementara Scopus In tidak menggantikan proses seleksi dan penetapan indeksasi yang menjadi kewenangan Scopus.

05 / KOLABORASI NASIONAL

ARJUNU Perkuat Kontribusi dalam SINTA Camp 2026

Selain menghadirkan inovasi berbasis AI, ARJUNU turut berkontribusi dalam kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA melalui keterlibatan Ketua ARJUNU sebagai salah satu narasumber bersama para editor jurnal bereputasi yang memiliki pengalaman dalam pengelolaan jurnal terindeks Scopus.

Foto bersama kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA 2026
Foto bersama dalam rangkaian kegiatan SINTA Camp Goes to SINTA, Trawas, Mojokerto.

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memperkuat kompetensi editorial, berbagi strategi peningkatan mutu jurnal, serta membangun jejaring kolaborasi antarpengelola jurnal. Pengalaman para narasumber memberikan perspektif mengenai pentingnya kualitas artikel, tata kelola penerbitan, proses peer review, dan konsistensi penerapan etika publikasi ilmiah.

ARJUNU memandang bahwa penguatan ekosistem publikasi ilmiah membutuhkan sinergi antara pengelola jurnal, perguruan tinggi, pemerintah, dan pengembang teknologi. Melalui kehadiran ASA dan Scopus In, ARJUNU berupaya mempertemukan kebutuhan pendampingan jurnal dengan solusi digital yang semakin relevan di tengah perkembangan kecerdasan buatan.

Dua inovasi tersebut menjadi wujud kontribusi ARJUNU dalam mendorong transformasi pengelolaan jurnal ilmiah Indonesia, dari penguatan akreditasi nasional menuju kesiapan bersaing dalam ekosistem publikasi internasional. Dengan mengintegrasikan kompetensi editorial dan pemanfaatan teknologi AI, ARJUNU berkomitmen memperkuat kualitas, profesionalisme, dan daya saing jurnal ilmiah Indonesia.

AKSES SISTEM ARJUNU

Dua Sistem Pendukung Pengembangan Jurnal Ilmiah

Sistem ASA mendukung simulasi kesiapan akreditasi jurnal nasional, sedangkan sistem Scopus In membantu evaluasi awal dan persiapan pengajuan menuju indeksasi internasional.

ARJUNU • Pengembangan Mutu Jurnal Ilmiah